Minggu, 22 Juli 2012

SENI RUPA ZAMAN PRASEJARAH DAN HINDU DI INDONESIA BERSIFAT MAGIS DAN RELIGIUS


SENI RUPA ZAMAN PRASEJARAH DAN HINDU DI INDONESIA BERSIFAT MAGIS DAN RELIGIUS

Perkembangan seni rupa tradisional Indonesia sudah dimulai sejak zaman prasejarah. Meskipun tidak ada orang yang tahu secara pasti kapan dimulainya zaman prasejarah. Periodesasi zaman prasejarah di Indonesia di bagi menjadi beberapa periode di antaranya : zaman batu dan zaman logam. Kedua zaman prasejarah ini, sama-sama memiliki karya seni rupa ( tradisional ) hal itu dapat di buktikan dengan adanya peninggalan-peninggalan yg berupa karya seni rupa yg bersipat tradisional seperti kapak genggam, gelang, kalung, tembikar bahkan ada lukisan.
Khusus mengenai lukisan tersebut, pertama kali di temukan di gua leang-leang sulawesi dan lukisan tersebut berupa penjiplakan telapak tangan pada dinding gua. Selain lukisan telaapak tangan,juga terdapat gambar binatang berupa gambar babi yang sedang meloncat dengan kondisi leher terluka.

1.    Zaman Batu /Seni Rupa Zaman Batu
a.       Seni Rupa Zaman Poleolitikum( Batu Tua )
Karya peninggalanya :
·         Kapak gengam ( chopper )
·         Batu berwarna ( Chalcedon )
·         Lukisan tangan dan babi
b.      Seni Rupa Zaman Meseolitikum ( Batu tengah)
Karya peninggalannya :
·         Mata panah
·         Batu penggiling
·         Kapak batu
c.       Seni Rupa Zaman Neolitikum ( Batu Muda/Dasar Kebudayaan Bangsa Indonesia)
Karya peninggalannya :
·         Kapak persegi
·         Kapak lonjong
·         Gelang
·         Kalung 
·         Cincin dari batu berwarna
·         Tembikar ( pengaruh masuknya bangsa cina ke Indonesia
d.       Seni Rupa Zaman Megalitikum( Batu Besar )
Karya peninggalannya :
·         Menhir
·         Dolmen Kubur batu 
·         Keranda batu (sarcopagus)
·         Punden berundak
·         Arca batu

2.    Seni Rupa Zaman Logam
Zaman logam di Indonesia dimulai sejak tahun 500 SM, yaiitu sejak kebudayaan indo-cina masuk ke Indonesia. Kebudayaan logam di Indonesia hanya mengalami zaman perunggu. Berikut adalah beberapa peninggalan seni rupa zaman perunggu :
·         Gendering perunggu
·         Kapak perunggu 
·         Bejana perunggu  
·         Ragam hias
Dari peninggalan benda-benda di atas, maka jelas sejak zaman prasejarah orang Indonesia sudah mengenal seni rupa meskipun masih sangat sederhana. Seni rupa tradsional Indonesia khususnya zaman prasejarah, selain untuk keperluan bertahan hidup, benda-benda karya seni mereka cenderung digunakan untuk kepentingan pemujaan (magis), seperti lukisan telapak tangan di gua leang-leang. 
Lukisan telapak tangan tersebut diduga sebagai lambang rasa duka cita atas meninggalnya keluarga mereka. Kemudian lukisan babi yang terluka diartikan sebagai lambang pengharapan agar perburuan mereka berhasil.

3.    Seni Rupa Zaman Hindu-Budha.
Zaman Hindu-Budha merupakan babak baru periodesasi kebudayan di Indonesia. Zaman ini juga di katakana sebagai akhir dari zaman prasejarah dan menjadi awal zaman sejarah. Hal ini di buktikan dengan adanya penemuan tulisan. Masa inipun sering dikatakana sebagai masa klasik. Peninggalan karya seni rupa pada masa Hindu-Budha yaitu prasasti dan candi. Prasasti adalah batu yang berisi sebuah tulisan tentang sesuatu peristiwa atau upacara tertentu yang dilakukan oleh orang-orang di lingkungan kerajaan. 
Pada zaman Hindu-Budha,banyak sekali kerajaan yang berdiri, mulai dari kerajaan kecil sampai kerajaan besar. Hampir semua kerajaan memiliki peninggalan yang berupa prasasti. Berikut adalah beberapa prasasti peninggalan kerajaan-kerajaan pada masa Hindu-Budha.
1.      Prasasti ciaruteum yang bergambar telapak kaki (Kerajaan Tarumanegara) 
2.      Prasasti kedukan bukit ( 683),menyebutkan kemenangan Raja Dapunta hyang (Kerajaan Sriwijaya)
3.      Prasasti canggal di Gunung Wakir (732), menyebutkan Banga Sanjaya membangun sebuah lingga di daerah Kunjara Kunya di jawa Dwipa (Kerajaan Mataram Kuno) 
4.      Prasasti tukmas di lereng Gunung Merbabu,menyebutkan adanya mata air dari sumber yang dapat di samakan dengan sungai gangga (Kerajaan Kaling)
Selain prasasti yang di sebutkan di atas, masih banyak lagi peninggalan kerajaan yang berkembang pada masa Hindu-Budha. Candi merupakan peninggalan zaman Hindu-Budha yang paling megah dan agung, karena orang zaman klasik  membangunnya untuk tujuan yang agung yaitu untuk kegiatan spiritual. 
Candi berasal dari kata” Candika Gerha” yang artinya rumah dewi candika. Dewi Candika disebut juga Dewi Durga atau Dewi Maut. Orang membangun candi dengan harapan mendapat pertolongan dari  dewi durga dalam kematianya sehingga candi kebanyakan berfungsi sebangai kuburan raja-raja. Pada perkembangan selanjutnya, Fungsi candi menjadi bermacam-macam di antaranya sebangai berikut :
1.      Sebagai hiasan (Candi Sari)
2.      Sebagai kuburan Abu Jenazah (Candi Budha)
3.      Sebagai Pemujaan (Candi penataran)
4.      Sebagai tempat Semedi (Candi Jalatunda)
5.      Sebagai Pemandian (Candi Belahan)
6.      Sebagai Gapura (Candi Bajang Ratu)
Candi-candi ini dibangun sebagai tempat untuk beribadah yang menunjukkan bahwa seni pada zaman ini bersifat religius atau keagamaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar