Jumat, 20 Juli 2012

PENGERTIAN SENI ADALAH KEINDAHAN DAN SENI ADALAH EKSPRESI


A. SENI ADALAH KEINDAHAN
Secara umum banyak orang yang mengemukakan pengertian seni sebagaikeindahan. Pengertian seni adalah produk manusia yang mengandung nilai keindahanbukan pengertian yang keliru, namun tidak sepenuhnya benar. Jika menelusuri arti senimelalui sejarahnya, baik di Barat (baca: sejak Yunani Purba) maupun di Indonesia, nilaikeindahan menjadi satu kriteria yang utama. Sebelum memasuki tentang pengertian seni,ada baiknya dibicarakan lebih dahulu tentang: apakah keindahan itu.
Menurut asal katanya, “keindahan”dalam perkataan bahasa Inggris: beautiful (dalam bahasa Perancis beau , sedang Italia dan Spanyol bello yang berasal dari kata Latin bellum. Akar katanya adalah bonum yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi bonellum dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis bellum. Menurut cakupannya orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalitaabstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk perbedaan ini dalambahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautifull (benda atau hal yang indah).
Dalam pembahasan filsafat, kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan saja.Selain itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian yaitu:
a. Keindahan dalam arti yang luas,
b. Keindahan dalam arti estetis murni,
c. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.
Definisi seni yang sering kita dengar, bahkan para mahasiswa juga tidak jarang yang masih mengatakan bahwa seni adalah segala keindahan yang diciptakan manusia. Definisi tersebut secara universal dilontarkan orang, karena karya seni di setiap bangsa di dunia ini, dari zaman prasejarah hingga zaman kini mempunyai ciri keindahan. Hubungan seni dan keindahan sangat jelas, terutama ditinjau dari sudut kebentukan karya seni itu. Jika kita memandang lukisan Rembrandt, pelukis Belanda pada masa Barok, keindahan manusia yang dilukiskan memperlihatkan cita rasa (taste) klasik.
B. SENI ADALAH EKSPRESI
Seni memang selalu dihubungkan dengan ekpresi pribadi, sebab seni lahir dari ungkapan perasaan pribadi pada penciptanya. Sehubungan dengan nilai ekspresi dalam seni, Herbert Read merumuskan tentang kedudukan ekspresi dalam proses penciptaan seni, sebagai berikut :
         1)            Pengamatan terhadap kualitas materiil
         2)            Penyusunan hasil pengamatan tersebut
         3)            Pemanfaatan susunan itu untuk mengekspresikan emosi atau perasaan yang dirasakan sebelumnya
Herbert Read juga menyatakan bahwa desain yang estetis sudah cukup dengan dua tahap saja, tetapi untuk membuat desain yang estetis itu menjadi karya seni, haruslah ditambah dengan ekspresi. Jadi dapat disimpulkan bahwa seni adalah susunan estetis yang digunakan untuk mngekspresikan suatu perasaan atau emosi tertentu.
Berdasarkan analisis Sanento Yuliman, karya seni yang sedang berkembang hingga saat ini dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori pendekatan yaitu :
    1)           Ada karya seni yang secara tegas didasari ekspresi, dengan pendekatan emosional (intuitif), misalnya karya-karya Affandi, Courbet, Van Gogh, Pollock, dll.
   2)            Ada pula karya seni yang lebih banyak pertimbangan rasional (kalkulasi) atas komposisi garis, warna, bentuk, bidang, dan unsur visual lainnya : karya yang dibuat dengan pendekatan rasional (intelektual) ini misalnya karya Op Art, Kinetic Art, Kubisme, Konstruktivisme, Purisme, dll.
Dari segi kebentukan visual (Visual Form), kita menyebutnya gaya informal 9yang pertama) dan gaya formal atau rasional yang non lirisisme (yang kedua).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar